7/14/2009

KBHS MENYAMBUT REJEBAN 12 JULI 2009

MASAK BERSAMA Suasana persiapan nasi tumpeng jelang pembukaan acara Rejeban. Nampak ibu Tutie Susantio HS sedang mempersiapkan menu nasi tiupeng dibantu oleh Taty, putri Totot dan Yuty (RW/09)


PEMBUKAAN Hidangan nasi tumpeng sudah lengkap tersaji, acara Rejeban Minggu 12 Juli 2009 pun segera dimulai tepat pukul 19.30 Wib. Diawali dengan sambutan pembuka oleh sohibul hajat/bait KBHS, yang mana kali ini di wakili oleh bapak Rudi Winarto. (RW/09)


WEJANGAN Para tetamu begitu antusias hadir menyambut memeriahkan malam acara Rejeban 2009 itu. Mengenang saat-saat ketika Eyang Soro menerima "petunjuk karomah" (semacam wahyu untuk para Nabi) dari Allah SWT. Hadir ditengah-tengah kita tokoh pemuda, panutan masyarakat, sesepuh dan pemuka daerah setempat bahkan ada dari beberepa penjuru kotapun saling berdatangan. (RW/09)


DO'A DAN SYUKUR Dipimpin oleh sesepuh/tokoh masyarakat setempat Desa Lowoksuruh (kiri). Nampak pula hadir tokoh Spiritual cukup ternama bapak Hary Soeroyo (memakai kacamata) berasal dari kota Batu. Beliaulah orang yang paling peduli dengan existensi sosok seorang eyang kakung Hadisoro. Bersama rekan seperguruannya bapak Pratik tak bosan-bosan memperkenalkan Eyang Soro agar selalu mengingat jasa-jasa baik beliau sebagai seorang tokoh disegani dan maha guru dari Ir Sukarno presiden RI Pertama kita (kanan) (RW/09)
.

TUMPENGAN Setelah melangsungkan doa puji syukur, sebagai puncaknya dari acara Rejeban tersebut para jamaah yang hadirpun secara bersama-sama mulai saling "menyerbu" berebut "nasi berkah" dan menikmati hidangan nasi tumpeng yang telah tersedia sejak tadi. Ada sajian nasi tumpeng istimewa khas dari Eyang yang dikenal dengan nama "Nasi Gurih". Suatu sajian khas nasi tumpeng berciri serba gurih memang yang selalu ada di acara ini setiap tahunnya. (RW/09)

2 komentar:

Rdw mengatakan...

Sesuatu yang tidak dapat dihindarkan, bahkan tidak dianggap sempurna dalam suatu komunitas, jika pada saat bulan Syawal, Rajab tidak menyelenggarakan Syawalan, Rejeban. Ya, lagi-lagi ditanya apa dasar hukumnya dan apakah itu pernah dilakukan oleh Nabi, atau dilakukan negara Islam lainnya? Jawabnya cukup singkat, ini adalah adat, tradisi dan budaya bangsa kita. Memang adat dapat dijadikan sebagai dasar penetapan hukum. Karena Nabi pernah bersabda: “Sesuatu yang dipandang baik oleh Masyarakat pada umumnya maka dinilai baik pula oleh Allah, sebaliknya sesuatu yang dinilai jelek oleh masyarakat pada umumnya maka jelek pula menurut penilaian Allah SWT.” Qaidah yang mendukung kegiatan Syawalan adalah al-Adah al-Muhakamah artinya adat itu dapat dijadikan sebagai dasar hukum. Ketentuan adat dapat menjadi dasar hukum jika kegiatan itu dilakukan secara terus-menerus, dan tidak bertentangan dengan syari’ah.

Rejeban juga merekatkan persatuan dan kesatuan, dan mendorong orang untuk bertindak jujur. Adanya kerelaan untuk saling memaafkan, sudah membuktikan mencairnya individualitas, strata sosial, egoisme, sektarian dan sebagainya. Orang juga dituntut untuk mengedepankan kejujuran, mau mengakui kesalahan dan lantas meminta maaf. Kejujuran dan kerelaan hati untuk memaafkan ini, merupakan terapi psikologis yang sangat ampuh bagi setiap orang. Pasalnya, dengan lepas dan hilangnya dosa-dosa, orang akan merasa damai, tenang dan tentram.

Rdw mengatakan...

TGL 17 JULI 2009 KALAU SAYA TIDAK SALAH ADALAH pas REJEB yang biasanya kita ketahui adalah tentang perayaan Rejeb an...... saya mendapatkan titipan harapan..dari pak rasmun penunggu rumah eyang Hadi soro mendit...untuk kiranya keluarga besar... dapat memberikan perhatian terhadap acara rejeban tersebut................. dipersilahkan yang berkeinginan untuk mengenang Eyang hadisoro, dapat membantu nasi Tumpeng ke Rumah Eyang di mendit........... semoga Post message ini dapat memberikan informasi awal.......... no telp malang yang dapat di hubungi : 0341 7679333 atau 0341 9096621. salam dari keluarga Soebarton di malang.
(Yudha Prathidina / Basye)

Sosok Eyang Hadisoro Dimata Hary Suroyo

WENDIT MALANG 2009.   Saudaraku sedarah-daging KBHS yang tercinta, alhamdulillah kali ini kita telah kedatangan seorang tamu, seorang tokoh ...