ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB
- Yang saya hormati Para Alim Ulama
- Yang saya hormati para Pejabat Instansi
- Yang saya hormati para tokoh Arif Masyarakat
- Yang saya hormati Bapak/Ibu dan para Tamu Undangan,
Hadirin hadirot yang dimuliakan Oleh Allah SWT.
Alhamdulilahirobbil a’lamin Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita bermacam-macam kenikmatan, terutama kenikmatan Iman dan Islam dan tak lupa kenikmatan kesehatan sehingga pada hari (malam) yang berbahagia ini kita masih dapat diberikan kesempatan untuk bersilaturahmi, bermujahah bin wujuh, dipertemukan kembali di majlis yang insya Allah penuh barokah ini dalam rangkaian acara Rajaban yang memang sudah menjadi agenda keluarga besar Alm Eyang Ki Hajar Broto Hadisoro setiap tahunnya.
Sholawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, serta keluarga dan para sahabatnya yang telah memberikan kita pencerahan Tauhid, yang telah membawa kita dari zaman Jahiliyah menuju zaman yang terang benderang dengan adanya NUR ISLAM, semoga kita senantiasa tetap Istiqomah menjalankan Sunah-sunahnya sampai akhir hayat.
Para Hadirin yang berbahagia,
Pertama-tama saya mengucapkan selamat datang dipadepokan kami, dan kami dari keluarga besar Hadisoro sangat berterimakasih kepada para hadirin sekalian yang sudi kiranya telah meluangkan waktu/meringankankan langkah kakinya ditengah-tengah kesibukan yang padat untuk menghadiri undangan kami, semoga ini semua dicatat oleh Allah SWT sebagai sebuah amal kebaikan.
Para Hadirin yang berbahagia,
Hidup kita adalah berbilang hari, bulan dan tahun. Semua ini telah diatur Allah silih berganti. Allah Ta’ala berfirman :
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah 12 bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan Haram (At-Taubah:36).
Dari ayat tersebut kita memperoleh pengertian bahwa diantara waktu-waktu yang telah diatur oleh Allah terdapat waktu-waktu yang mulia, satu diantaranya ialahbulan Rajab.
Sungguh berbahagia karena kita dapat memasuki bulan yang bersejarah ini, yang mungkin tidak dilupakan oleh segenap kaum muslimin. Marilah kita lebih mensyukuri nikmat Allah, sebab dengan datangnya bulan Rajab ini kita ingat kembali betapa Rasulullah SAW diangkat kehadirat Allah untuk menerima perintah shalat lima waktu.
Para Hadirin yang berbahagia,
Sebagai kaum muslim senantiasa mengharap rahmat dan fadillah dari Allah SWT, untuk itu kita harus meningkatkanamal shaleh, memperbanyak ibadah terutama dalam bulan-bulan mulia ini. Di dalam bulaan mulia, terutama bulaan Rajab itulah segala amal akan memperoleh pahala yang berlipat ganda dan Allah menyediakan sorga (kehidupan yang bahagia) bagi orang-orang yang berbuat kebajikan dan beribadah.
Bulan Rajab adalah yang penuh maghfirah, segala kebaikan akan memperoleh pahala yang berlipat ganda segala ampunan akan diterima dan segala kemaksiatan harus lebih dijauhi.
Kita gunakan bulan rajab untuk mencari bekal akhirat dengan tidak melupakan kemaslahatan hidup didunia. Kita ramaikan peringatan-peringatan rajabiyah dengan itikad untuk menghormatio kemulian Bulan Rajab dan dengan tujuan mengambil hikmah yang terkanddung didalam peristiwa-peristiwa yang terjadi ddi bulan itu yaitu Isra mi’raj Nabi kita Muhammad SAW.
Oleh sebab itu, se bagai orang tua kita wajib menanamkan kesadaran kepada kepada anak cucu, agar mereka dapat menghormati bulan mulia ini, melatih mereka untuk mengikuti penerangan-penerangan para ulama dan Muballigh tentang hikmah yang terdapat dalam bulan rajab sehingga menambah gairah meningkatkan amalia-ubuddiyah seperti puasa-puasa sunat lainnya.
Sedikit kilas balik sejarah, beliau berasal dari suatu keluarga bangsawan tokoh sejarah disinyalir masih dibawah garis keturunan Prabu Pangeran Diponegoro Jateng. Kelahiran dari daerah di Jawa Timur tepatnya kota Pasuruan. Setelah pada masa revolusi kemerdekaan negara kita beberapa waktu kemudian beliau hijrah kebeberapa kota diantaranya di Jawa Timur yaitu Blitar, Klakah terakhir di Malang pada dekade 50-an. Sebagaimana telah diketahui dan diceritakan oleh banyak kalangan dan para tokoh dan murid eyang Soro (Ki Hadjar Brorto Hadisoro) adalah seorang tokoh spriritual yang bijak, yang mempunyai karakter yang kuat, pejuang yang santun dan dermawan peduli dan membela kaum yang lemah menolong sesama. Dicintai dan mencintai masyarakat sekitarnya yaitu Lowoksuruh dan Malang. Beliau juga sekian dari tokoh maha guru dari tokoh Nasional kita mantan presiden RI yaitu almarhum bapak Ir Sukarno yang sangat dihormati pada masanya. Kini alamarhum telah memiliki cucu, buyut dan canggah sangat banyak menyebar dinusantara ini bahkan ada yang ke berbagai manca negara. Pada peringatan Rejeban malam hari ini adalah mengingatkan kita pada suatu peristiwa ketika eyang Hadisoro mendapatkan suatu kepercayaan dari Allah SWT untuk menerima suatu petunjuk yang karomah untuk diembannya sampai akhir hayatnya untuk suatu tujuan mulia yakni tugas kemanusiaan mengamalkan membantu sesama dimuka bumi ini. Amalan karomah ini terus dilanjutkan dan lestari oleh para pengikut setianya sampai saat ini dan telah menyebar kepenjuru jagad ini. Namun sayangnya ini tidak diikuti oleh para putra-putri penerus generasinya.
Harapan kami dari keluarga besar Hadisoro semoga acara ritual ibadah ini dapat kita jalankan secara konsisten dan Istiqomah setiap tahunnya sebagai media syiar islam, da’wah dan sebagai media silaturahmi diantara kami dan para hadiran sehingga ukhuwah islamiyah diantara kita dapat selalu terjaga.
Dan tak lupa terakhir kami dari keluarga besar Hadisoro (shohibul Bait) meminta kelapangan para hadirin untuk memaafkan apabila kami dalam acara penyambutan, penyediaan sarana,prasarana dan jamuannya nanti kurang berkenan itu semata-mata kekurangan dari kami.
Kita berdoa dan berharap semoga acara pada malam hari ini dapat berjalan dengan lancar tanpa ada haambatan suatu apapun.
Demikian sepatah kata dari kami selaku shohibul Bait/Hajat, yaitu :
1. Keluarga Besar Hadisoro (Kel Smarson, Kel Sumaryon, Kel Sucahyani Haryono HS, Kel Suroso, Kel Sutanto HS, Kel susantoi HS, Kel Sudaryumi HS, Kel Ivand, Kel Kiki).
2. Keluarga Rasmun (Mendit)
3. Keluarga Besar Hary Suroyo (Batu-Malang)
4. Keluarga Pratik (Mburing-Malang)
5. Keluarga Bukhori
6. Keluarga Ro'uf
Billahittaufiq wal hidayah wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Rudi Winarto
KBHS
“ ALHAMDULILLAHIROBBIL ‘AALAMIN. WABIHI NASTANGIINU ‘ALAA UMURIDDUNYA WADD
IINI. WA ‘ALAA AALIHI WASOHBIHI AJMANGIIN. AMMA BA’DU ”.
IINI. WA ‘ALAA AALIHI WASOHBIHI AJMANGIIN. AMMA BA’DU ”.- Yang saya hormati Para Alim Ulama
- Yang saya hormati para Pejabat Instansi
- Yang saya hormati para tokoh Arif Masyarakat
- Yang saya hormati Bapak/Ibu dan para Tamu Undangan,
Hadirin hadirot yang dimuliakan Oleh Allah SWT.
Alhamdulilahirobbil a’lamin Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita bermacam-macam kenikmatan, terutama kenikmatan Iman dan Islam dan tak lupa kenikmatan kesehatan sehingga pada hari (malam) yang berbahagia ini kita masih dapat diberikan kesempatan untuk bersilaturahmi, bermujahah bin wujuh, dipertemukan kembali di majlis yang insya Allah penuh barokah ini dalam rangkaian acara Rajaban yang memang sudah menjadi agenda keluarga besar Alm Eyang Ki Hajar Broto Hadisoro setiap tahunnya.
Sholawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, serta keluarga dan para sahabatnya yang telah memberikan kita pencerahan Tauhid, yang telah membawa kita dari zaman Jahiliyah menuju zaman yang terang benderang dengan adanya NUR ISLAM, semoga kita senantiasa tetap Istiqomah menjalankan Sunah-sunahnya sampai akhir hayat.
Para Hadirin yang berbahagia,
Pertama-tama saya mengucapkan selamat datang dipadepokan kami, dan kami dari keluarga besar Hadisoro sangat berterimakasih kepada para hadirin sekalian yang sudi kiranya telah meluangkan waktu/meringankankan langkah kakinya ditengah-tengah kesibukan yang padat untuk menghadiri undangan kami, semoga ini semua dicatat oleh Allah SWT sebagai sebuah amal kebaikan.
Para Hadirin yang berbahagia,
Hidup kita adalah berbilang hari, bulan dan tahun. Semua ini telah diatur Allah silih berganti. Allah Ta’ala berfirman :
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah 12 bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan Haram (At-Taubah:36).
Dari ayat tersebut kita memperoleh pengertian bahwa diantara waktu-waktu yang telah diatur oleh Allah terdapat waktu-waktu yang mulia, satu diantaranya ialahbulan Rajab.
Sungguh berbahagia karena kita dapat memasuki bulan yang bersejarah ini, yang mungkin tidak dilupakan oleh segenap kaum muslimin. Marilah kita lebih mensyukuri nikmat Allah, sebab dengan datangnya bulan Rajab ini kita ingat kembali betapa Rasulullah SAW diangkat kehadirat Allah untuk menerima perintah shalat lima waktu.
Para Hadirin yang berbahagia,
Sebagai kaum muslim senantiasa mengharap rahmat dan fadillah dari Allah SWT, untuk itu kita harus meningkatkanamal shaleh, memperbanyak ibadah terutama dalam bulan-bulan mulia ini. Di dalam bulaan mulia, terutama bulaan Rajab itulah segala amal akan memperoleh pahala yang berlipat ganda dan Allah menyediakan sorga (kehidupan yang bahagia) bagi orang-orang yang berbuat kebajikan dan beribadah.
Bulan Rajab adalah yang penuh maghfirah, segala kebaikan akan memperoleh pahala yang berlipat ganda segala ampunan akan diterima dan segala kemaksiatan harus lebih dijauhi.
Kita gunakan bulan rajab untuk mencari bekal akhirat dengan tidak melupakan kemaslahatan hidup didunia. Kita ramaikan peringatan-peringatan rajabiyah dengan itikad untuk menghormatio kemulian Bulan Rajab dan dengan tujuan mengambil hikmah yang terkanddung didalam peristiwa-peristiwa yang terjadi ddi bulan itu yaitu Isra mi’raj Nabi kita Muhammad SAW.
Oleh sebab itu, se bagai orang tua kita wajib menanamkan kesadaran kepada kepada anak cucu, agar mereka dapat menghormati bulan mulia ini, melatih mereka untuk mengikuti penerangan-penerangan para ulama dan Muballigh tentang hikmah yang terdapat dalam bulan rajab sehingga menambah gairah meningkatkan amalia-ubuddiyah seperti puasa-puasa sunat lainnya.
Sedikit kilas balik sejarah, beliau berasal dari suatu keluarga bangsawan tokoh sejarah disinyalir masih dibawah garis keturunan Prabu Pangeran Diponegoro Jateng. Kelahiran dari daerah di Jawa Timur tepatnya kota Pasuruan. Setelah pada masa revolusi kemerdekaan negara kita beberapa waktu kemudian beliau hijrah kebeberapa kota diantaranya di Jawa Timur yaitu Blitar, Klakah terakhir di Malang pada dekade 50-an. Sebagaimana telah diketahui dan diceritakan oleh banyak kalangan dan para tokoh dan murid eyang Soro (Ki Hadjar Brorto Hadisoro) adalah seorang tokoh spriritual yang bijak, yang mempunyai karakter yang kuat, pejuang yang santun dan dermawan peduli dan membela kaum yang lemah menolong sesama. Dicintai dan mencintai masyarakat sekitarnya yaitu Lowoksuruh dan Malang. Beliau juga sekian dari tokoh maha guru dari tokoh Nasional kita mantan presiden RI yaitu almarhum bapak Ir Sukarno yang sangat dihormati pada masanya. Kini alamarhum telah memiliki cucu, buyut dan canggah sangat banyak menyebar dinusantara ini bahkan ada yang ke berbagai manca negara. Pada peringatan Rejeban malam hari ini adalah mengingatkan kita pada suatu peristiwa ketika eyang Hadisoro mendapatkan suatu kepercayaan dari Allah SWT untuk menerima suatu petunjuk yang karomah untuk diembannya sampai akhir hayatnya untuk suatu tujuan mulia yakni tugas kemanusiaan mengamalkan membantu sesama dimuka bumi ini. Amalan karomah ini terus dilanjutkan dan lestari oleh para pengikut setianya sampai saat ini dan telah menyebar kepenjuru jagad ini. Namun sayangnya ini tidak diikuti oleh para putra-putri penerus generasinya.
Harapan kami dari keluarga besar Hadisoro semoga acara ritual ibadah ini dapat kita jalankan secara konsisten dan Istiqomah setiap tahunnya sebagai media syiar islam, da’wah dan sebagai media silaturahmi diantara kami dan para hadiran sehingga ukhuwah islamiyah diantara kita dapat selalu terjaga.
Dan tak lupa terakhir kami dari keluarga besar Hadisoro (shohibul Bait) meminta kelapangan para hadirin untuk memaafkan apabila kami dalam acara penyambutan, penyediaan sarana,prasarana dan jamuannya nanti kurang berkenan itu semata-mata kekurangan dari kami.
Kita berdoa dan berharap semoga acara pada malam hari ini dapat berjalan dengan lancar tanpa ada haambatan suatu apapun.
Demikian sepatah kata dari kami selaku shohibul Bait/Hajat, yaitu :
1. Keluarga Besar Hadisoro (Kel Smarson, Kel Sumaryon, Kel Sucahyani Haryono HS, Kel Suroso, Kel Sutanto HS, Kel susantoi HS, Kel Sudaryumi HS, Kel Ivand, Kel Kiki).
2. Keluarga Rasmun (Mendit)
3. Keluarga Besar Hary Suroyo (Batu-Malang)
4. Keluarga Pratik (Mburing-Malang)
5. Keluarga Bukhori
6. Keluarga Ro'uf
Billahittaufiq wal hidayah wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Rudi Winarto
KBHS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar